Sampano, 3 Juni 2026 – Upaya meningkatkan kapasitas petani terus dilakukan melalui kegiatan penyuluhan pertanian yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Desa Sampano bersama para pemangku kepentingan pertanian di Sanggar Tani Desa Sampano, Kecamatan Larompong Selatan, Kabupaten Luwu, pada Rabu (3/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua jam, mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WITA, diikuti oleh 55 peserta yang merupakan Anggota Gapoktan Sipammase-Mase Desa Sampano. Suasana penyuluhan berlangsung hangat dan interaktif dengan latar hamparan persawahan yang menjadi ciri khas wilayah pertanian Desa Sampano.
Sebagai narasumber utama, Asri.B menyampaikan berbagai materi terkait optimalisasi lahan pertanian dan perkebunan, khususnya pada komoditas padi dan kakao yang menjadi andalan masyarakat setempat. Dalam pemaparannya, Asri.B menekankan pentingnya pemanfaatan lahan secara maksimal melalui penerapan teknik budidaya yang tepat, pemeliharaan tanaman yang berkelanjutan, serta peningkatan pengetahuan petani terhadap perkembangan teknologi pertanian.
“Lahan yang kita miliki harus dimanfaatkan secara optimal. Dengan pengetahuan yang terus diperbarui, petani dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan usaha tani,” ujar Asri B di hadapan peserta.
Selain penyampaian materi, peserta juga diajak untuk memanfaatkan berbagai bahan bacaan pertanian yang disediakan selama kegiatan berlangsung. Para peserta tampak antusias membaca buku dan bahan referensi yang berkaitan dengan budidaya tanaman, pengelolaan lahan, serta pengembangan usaha pertanian.
Pada kesempatan tersebut, Camat Larompong Selatan, H. Muh. Anshari Djafar, S.Hut., M.M., turut memberikan motivasi kepada para peserta. Ia mengajak masyarakat, khususnya para petani, untuk membiasakan diri membaca sebagai sarana menambah wawasan dan pengetahuan.
“Mari kita membiasakan diri dengan membaca, karena dengan membaca buku kita dapat memperoleh ilmu yang bermanfaat. Pengetahuan yang diperoleh dari membaca akan membantu kita meningkatkan kualitas hidup dan mengembangkan sektor pertanian yang lebih maju,” ungkapnya.
Menurutnya, keberadaan perpustakaan desa harus dimanfaatkan sebagai pusat belajar masyarakat, tidak hanya bagi pelajar tetapi juga bagi petani yang membutuhkan informasi dan pengetahuan baru untuk mendukung aktivitas pertanian sehari-hari.
Kegiatan penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan petani dalam mengelola lahan pertanian dan perkebunan secara lebih efektif, sekaligus menumbuhkan budaya literasi di kalangan masyarakat desa. Dengan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan petani, sektor pertanian Desa Sampano diharapkan semakin produktif dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap kesejahteraan masyarakat.
Dokumentasi kegiatan menunjukkan para peserta mengikuti penyuluhan dengan penuh perhatian sambil mempelajari berbagai buku dan materi pertanian yang telah disediakan panitia. Antusiasme tersebut menjadi gambaran nyata bahwa semangat belajar dan berbagi ilmu di kalangan petani Desa Sampano terus tumbuh demi mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.